DAMPAK
MAKANAN LUAR NEGRI TERHADAP INDONESIA
Di Tulis Oleh :
Panji Yudo Sakti (54417693)
KELAS
1IA22
TEKNIK
INFORMATIKA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
KATA
PENGANTAR
Atas rahmat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, dan
kemauan yang keras di sertai bantuan dari berbagai pihak maka dapatlah di susun
Jurnal ini dengan judul: “Pengaruh Makanan Luar Negri Terhadap Masyarakat
Indonesia” sebagai pemahaman tambahan.
Dan tak lupa kami hanturkan rasa terima kasih yang tak
terhingga kepada para pembimbing yang telah memberikan arahan serta bimbingan
kepada penulis.
Sudah tentu hasil Jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan
untuk itu penulis sangat memohon saran yang sifatnya konstruktif untuk
kesempurnaannya. Semoga apa yang dipaparkan dapat memberikan manfaat bagi
peningkatan kualitas pendidikan pada khususnya. Dan dengan segala kritikan yang
bertujuan untuk membangun dari jurnal ini penulis tetap sambut dengan hati yang
ikhlas. Mudah-mudahan Tuhan tetap memberkati kita semua, amin.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
.................................................................................................
I
DAFTAR ISI
.............................................................................................................
II
BAB I PENDAHULUAN
............................................................................................
1
LATAR BELAKANG
......................................................................................
1
RUMUSAN
MASALAH ..................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
.............................................................................................
2
SELERA
LIDAH ORANG INDONESIA
.......................................................... 2
MASUKNYA
MAKANANA LUAR NEGRI KE INDONESIA ............................ 2
DAMPAK
POSITIF DAN NEGATIF
............................................................... 3
BAB III PENUTUP
....................................................................................................
5
KESIMPULAN
................................................................................................
5
SARAN
...........................................................................................................
5
DAFTAR PUSTAKA
..................................................................................................
6
BAB
1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Masyarakat
dunia yang hidup pada zaman sekarang tak terlepas dari adanya globalisasi. Globalisasi
merupakan suatu proses berkembangnya era baru dalam hal kebudayaan masyarakat
yang baru. Globalisasi membawa banyak dampak, terutama untuk Indonesia. Salah
satu dampak dari globalisasi bagi Indonesia ialah masuknya berbagai macam
kebudayaan asing ke Indonesia. Dan tentunya dengan masuknya budaya-budaya asing
tersebut membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Contoh dari
perubahan tersebut misalnya masyarakat yang lebih memilih memakan makanan luar
negeri/makanan luar negeri dibanding dengan memakan makanan dari negaranya
sendiri.
Di
Indonesia sudah banyak makanan luar negeri yang telah tersebar luas. Biasanya
makanan tersebut diperjual-belikan di restoran-restoran yang berasal dari luar
negeri juga. Makanan-makanan luar negeri di Indonesia sudah perlahan-lahan
mulai menggeser makanan seperti sate, bakso, lalapan, rendang, klepon, kue
cucur, bolu kukus, lemper dan lain sebagainya. Makanan-makanan tersebut sudah
mulai dilupakan karena masyarakat Indonesia lebih memilih makanan-makanan yang
lebih modern yang berasal dari luar negeri seperti fried chicken, steak,
burger, pizza, hotdog, french fries, spagheti, sushi dan lain sebagainya.
Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higienis, modern, dan praktis.
RUMUSAN MASALAH
1) Apa selera
lidah orang indonesia cocok dengan makanan luar?
2) Bagaimana
masuknya makanan luar negri ke Indonesia?
3) Apa
Dampak Positif dan Negatif makanan luar Negri?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. SELERA LIDAH ORANG INDONESIA
Setiap
negara memang memiliki selera makan yang berbeda-beda, termasuk di Indonesia.
Secara umum, selera orang Indonesia dikaitkan dengan bumbu sehingga cita rasa
tersebut menjadi satu pegangan penting saat menyajikan masakan Indonesia. Orang
Indonesia terbiasa memakan makanan yang mengandum garam. Apapun makanannya
pasti terasa tidak lengkap bila tidak ditambah dengan garam. Ada juga beberapa
orang Indonesia yang kalau makan harus ditambah dengan kerupuk. Bukan makan
namanya bila tanpa keurupuk, katanya. Negara Indonesia memang surganya kerupuk.
Apapun bisa dijadikan kerupuk, mulai dari kulit binatang, ceker ayam, hingga
daun bayam. Selain surganya kerupuk, Indonesia juga merupakan surganya sambal.
Di negara ini juga ada begitu banyak varian sambal. Nyaris setiap daerah
memiliki kekhasan jenis sambal dengan cita rasanya masing-masing. Sepeti halnya
kerupuk, bagi sebagian besar orang Indonesia, tak nikmat rasanya bila makan
tanpa ditemani sambal atau apapun itu yang akan memberikan cita rasa pedas pada
makanan. Dan salah satu guyonan khas Indonesia adalah “Bukan orang Indonesia
jika tidak suka makan dengan sambal pedas”. Selain menambah kenikmatan makan,
sambal pedas juga dapat membuat nafsu makan bertambah. Tetapi sebagian besar
masyarakat Indonesia ternyata lebih memilih untuk memanjakan selera makannya dengan mengonsumsi makanan apapun yang mereka
suka tanpa memerhatikan kesehatannya.
B.
MASUKNYA MAKANAN LUAR NEGERI KE INDONESIA
Para
pemuda Indonesia pada umumnya mempunyai rasa keingintahuan budaya makanan luar
negeri dan ingin mencobanya karena bosan
dengan makanan tradisional. Oleh karena itu, Pemuda Indonesia dengan mudah
terpengaruh oleh hal-hal yang baru. Apalagi banyak makanan-makanan luar negeri
yang dipromosikan lewat dunia maya maupun media cetak. Oleh sebab itu,
masyarakat Indonesia tidak mau ketinggalan. Mereka pasti ingin menikmati apa
yang ditawarkan oleh dunia maya maupun media cetak. Karena akibat itulah pemuda
Indonesia sekarang jadi berubah. Dengan adanya dunia maya dan media cetak itu
pemuda Indonesia sekarang bisa tahu apa saja makanan-makanan luar negeri yang
biasa dikonsumsi oleh orang-orang luar negeri.
Seperti
yang kita ketahui bahwa negara-negara luar terutama negara-negara barat suka
sekali mengonsumsi makanan-makanan cepat saji. Dan itu pula yang di tiru
oleh pemuda kita. Di Indonesia sudah
banyak makanan-makanan luar negeri yang tersedia dalam bentuk cepat saji.
Dengan adanya globalisasi kebanyakan pemuda Indonesia mulai cenderung beralih
kemakanan cepat saji. Cepat saji maksudnya adalah makanan yang singkat dalam penyajiannya
dan tidak perlu menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan cepat saji
sekarang banyak dan mudah sekali ditemui. Mungkin dengan hidangan yang lezat
dan disajikan dalam waktu singkat, membuat kita untuk sering sekali
mengonsumsinya. Padahal kita semua tahu bahwa makanan cepat saji juga mempunyai
dampak yang negatif untuk tubuh kita
dalam jangka panjang nanti.
C. DAMPAK MAKANAN LUAR NEGERI
Dampak
Negatif
Berkembangnya
era globalisasi di lingkungan masyarakat Indonesia mempengaruhi rasa nasionalisme
kuliner tradisional Indonesia terhadap generasi muda. Hal tersebut menimbulkan
pandangan dari beberapa para pemuda yang berpendapat bahwa makan di restoran
cepat saji yang mewah seperti Mc Donald’s, KFC, Dunkin Donuts, Pizza Hut, Hoka
Hoka Bento, dan Solaria akan terasa lebih enak dan bergengsi daripada makan di
warteg (warung tegal), atau warung-warung di pinggir jalan yang menjual makanan
asli Nusantara. Hal tersebut akan menggeser bahkan cepat atau lambat
orang-orang akan mulai melupakan makanan tradisional.
Tapi
sayangnya banyak dari kita yang tidak tahu bahwa jenis-jenis makanan cepat saji
pada umumnya sangatlah berpotensi sebagai junk food. Junk food adalah istilah
yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan
nutrisi.
Ciri-ciri
makanan golongan junk food adalah:
·
Mengandung lemak jenuh yang tinggi,
·
Bergula tinggi,
·
Kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti
protein, vitamin dan mineral,
·
Mengandung banyak sodium (garam-garaman),
·
Mengandung banyak kolesterol,
·
Mengutamakan citarasa.
Dibawah
ini beberapa tips untuk menghindari kebiasaan mengonsumsi junk food tersebut
diantaranya adalah:
·
Biasakan makan di rumah sebelum pergi
beraktivitas ke luar rumah.
·
Makan teratur dan biasakan sarapan pada pagi
hari.
·
Minum banyak air.
·
Belajar bagaimana membuat makanan yang lezat
dan sehat di rumah. Hal ini bisa didapat dengan cara membeli buku resep
makanan, bertanya kepada teman ataupun keluarga, ataupun kursus memasak.
·
Para pemuda Indonesia pada umumnya
mengkonsumsi makanan luar negeri hanya karena tidak ingin dikatakan ketinggalan
zaman. Kebanyakan pemuda Indonesia
berifikir bahwa jika kita memakan makanan dari luar negeri akan terlihat
keren. Itulah dampak dari globalisasi makanan luar negeri yang mengubah pola
makan pemuda Indonesia.
Dampak
Positif
Dampak
makanan luar negeri yang ada di Indonesia juga memberikan banyak hal positif
seperti kemajuan pengetahuan tentang makanan-makanan yang biasa dikonsumsi oleh
orang-orang luar negeri. Makanan cepat saji yang tersedia juga membuat para
pemuda lebih praktis jika sedang berada dalam keadaan darurat. Masuknya makanan
dari luar negeri juga memberikan ide-ide baru bagi orang orang Indonesia dalam
melakukan inovasi. Contohnya adalah kue cubit, kue khas dari Garut tersebut
yang pada umumnya hanya ditaburi dengan meses di atasnya, sekarang sudah dijual
dengan rasa green tea. Itu membuktikan bahwa budaya lokal juga dapat di
sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meninggalkan ciri khas
dari budaya tersebut. Sebenarnya pengaruh budaya dari luar itu tidak selamanya
negatif, karena pengaruh budaya luar bisa pula memberi inspirasi bagi negara
itu sendiri.
BAB
III
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Masuknya
budaya asing adalah hal yang wajar dikarenakan suatu negara tentu akan membutuhkan
input-input berupa budaya asing dengan syarat budaya itu sejalan dengan budaya
kita ini. Melihat kenyataan bahwa para generasi muda bangsa Indonesia saat ini
lebih memilih kebudayaan asing yang mereka anggap lebih menarik ataupun lebih
unik dan praktis. Tanpa kita sadari makanan-makanan luar negeri telah menjadi
menu keseharian dalam kehidupan kita. Hal ini mengakibatkan makin langkanya
berbagai jenis makanan tradisional. Bila hal ini terus terjadi maka tak dapat
dihindarkan bahwa kebudayaan lokal akan banyak yang luntur akibat tidak ada
generasi penerus yang akan mewarisinya dan
anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional
yang berasal dari daerah asal mereka. Perlunya menumbuhkan kesadaran akan
pentingnya budaya Indonesia adalah kewajiban setiap lapisan masyarakat, dimana
peran setiap mereka yang terus berusaha untuk mewarisi kekuatan budaya lokal
akan menjadi kekuatan budaya itu untuk tetap ada.
B. Saran
Terhadap
generasi muda harus mengetahui dan mengkonsumsi makanan tradisional indonesia,
karena makanan tradisional indonesia harus di pertahankan. Makanan tradisional
indonesia lebih enak dari pada makanan luar negeri. Seharusnya juga para orang tua mengajak anak
anaknya untuk memakan tradisonal indonesia .
DAFTAR
PUSTAKA
Premono, Aliva Yuliana (2011). Pengaruh Globalisasi
terhadap Kesatuan dan Persatuan Bangsa.
http://amikom.ac.id/research/index.php/DMI/article/view/5416
Fadillawati, Evi (2011). Subjektivitas dan Identitas
Kebudayaan Indonesia. http://www.academia.edu/5490651/SUBJEKTIVITAS_DAN_IDENTITAS_KEBUDAYAAN_INDONESIA_FastFood_sebagai_Identitas_Baru_di_Kalangan_Kaum_Muda
Rusdhiajeng, Guritsiyah Bukit (2013). Perlindungan Hukum
terhadap Konsumen atas Makanan Impor di Indonesia. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5370
Fiansyah, Rahmat (2013). Inovatif, Produk Pangan ini
Sukses Tembus Pasar Asia dan Eropa.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/02/1001417/Inovatif.Produk.Pangan.ini.Sukses.Tembus.Pasar.Asia.dan.Eropa
Widyaprastuti, dr. Hermin. Waspada Bahaya di Balik
Lezatnya Junk Food.
http://www.tanyadok.com/kesehatan/waspada-bahaya-di-balik-lezatnya-junk-food

Komentar
Posting Komentar