Langsung ke konten utama

Tugas Jurnal 2

PERAN PEMUDA DI INDONESIA




Di Tulis Oleh :
Panji Yudo Sakti (54417693)





KELAS 1IA22
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018


ABSTRAK

Kepemimpinan umumnya diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui diri mereka sehingga perilaku mereka berubah atau tetap bertahan. Berbicara tentang kepemimpinan Sukarno, orang pasti mengingat kancing kuncinya sebagai salah satu dari negara proklamator Tidak ada yang tahu bagaimana sebenarnya Sukarno dalam periode terakhir kepemimpinannya.
Artikel ini mencoba untuk mengungkapkan berbagai acara yang menyertai sampai akhir kepemimpinan Sukarno. Dulu dari pelepasan Supersemar yang digunakan Soeharto untuk mengendalikan keadaan begitu yang perlahan kepemimpinan Soekarno mulai berakhir. Sampai di reduksi orasi tanggung jawab Sukarno, Nawaksara, di mana MPRS menjadi berpendapat bahwa orasi hanya sebagai laporan kemajuan.
Sampai akhirnya pada 22 Februari 1967, kekuasaan pemerintahan diserahkan ke pegangan Supersemar, Soeharto. Seberapa beragam acara itu mampu untuk mempengaruhi kepemimpinan Sukarno sampai akhirnya harus diakhiri.


KATA PENGANTAR

Atas rahmat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, dan kemauan yang keras di sertai bantuan dari berbagai pihak maka dapatlah di susun Jurnal ini dengan judul: “Peran Pemuda Di Indonesia” sebagai pemahaman tambahan.
Dan tak lupa kami hanturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para pembimbing yang telah memberikan arahan serta bimbingan kepada penulis.
Sudah tentu hasil Jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu penulis sangat memohon saran yang sifatnya konstruktif untuk kesempurnaannya. Semoga apa yang dipaparkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan pada khususnya. Dan dengan segala kritikan yang bertujuan untuk membangun dari jurnal ini penulis tetap sambut dengan hati yang ikhlas. Mudah-mudahan Tuhan tetap memberkati kita semua, amin.


DAFTAR ISI

ABSTRAK .................................................................................................................. I
KATA PENGANTAR ................................................................................................. II
DAFTAR ISI ............................................................................................................. III
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
LATAR BELAKANG ....................................................................................... 1
            RUMUSAN MASALAH .................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 2
SEJARAH PERAN PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL  .................... 2
            TANTANGAN KAUM MUDA PADA MASA KINI ........................................... 3
BAB III PENUTUP .................................................................................................... 5
            KESIMPULAN ................................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 6


BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Peran mahasiswa yang terwujud dalam gerakan mahasiswa merupakan kegiatan atau aktivitas mahasiswa dalam rangka meningkatkan kemampuan berorganisasi dan mengasah kepandaian mereka dalam kepemimpinan. Semua itu telah terbukti dalam lembaran sejarah Indonesia.
Berdirinya Budi Utomo pada tahun 19081 sebenarnya telah menjadi tonggak yang cukup kuat bagi perkembangan pergerakan nasional. Menurut sejawaran yang ada di Indonesia maupun luar negeri, Budi Utomo merupakan mercusuar bagi pergerakan nasional Indonesia. Walaupun akhir-akhir ini mulai muncul penafsiran baru.
Tafsir baru itu antara lain menyatakan bahwa pergerakan nasional sudah ada dan dimulai sejak Sarekat Islam, yang faktanya lebih dulu ada dan bersifat massa bila dibandingkan dengan Budi Utomo yang hanya bergerak di kalangan bangsawan Jawa. Namun, dengan alasan bahwa organisasi modern sudah dimiliki oleh Budi Utomo lantas argument tersebut menjadi kesepakatan sebagai titik pergerakan nasional di Indonesia, tetapi yang utama nasionalisme tidak bisa dilepaskan dari peran yang dimainkan oleh kaum intelektual.

RUMUSAN MASALAH
1)    Bagaimana Sejarah Peran Pemuda dalam Perubahan Sosial?
2)    Apa Tantangan Kaum Muda pada Masa Kini?


BAB II

PEMBAHASAN


A.   Sejarah Peran Pemuda dalam Perubahan Sosial

Pada awal abad ke-XX di Indonesia ditandai dengan semakin kerasnya politik kolonial Belanda. Politik kolonial Belanda yang demikian represif membuat kehidupan rakyat semakin menderita. Kemudian muncul perhatian terhadap kedudukan dan keadaan penduduk pribumi. Bangkitlah tuntutan terhadap perbaikan nasib pribumi. Pemerintah kolonial Belanda menjawab tuntutan dari kalangan agamawan, ataupun partai sosialis yang sering menyebut dirinya sebagai kaum humanis dengan melaksanakan politik Ethis.

Politik Ethis dalam pelaksanaannya kurang memuaskan, namun dalam bidang pendidikan suka atau tidak program tersebut telah melahirkan suatu kelas baru yang dikenal sebagai kaum terpelajar. Kaum terpelajar ini yang kemudian berkumpul, berdiskusi dan akhirnya mereka membuat kelompok-kelompok. Dalam kelompok kelompok maka terbentuk organisasi seperti Budi Utomo. Ada juga, Sarekat Islam,Indische Partij, Partai Komunis Indonesia,8 Partai Nasional Indonesia. Melalui organisasi organisasi tersebut maka tersebut nama-nama seperti, Wahidin Sudirohusodo, Sutomo, Cipto Mangunkusumo, Tirtoadisuryo, Semaun, Tan Malaka, Hatta dan Sukarno.

Mereka hanya sekulumit pemuda yang mencoba memahami keadaan-keadaan sosial masyarakat dan coba mengambil aksi. Dalam kegiatan tersebut tak jarang tangan besi penguasa kolonial Belanda membuatnya lemah, namun mereka terus berusaha bergerak, berjuang dalam memperbaiki nasib rakyat Indonesia. Usaha-usaha itu dilakukan dalam bidang budaya, pendidikan, politik, dan ekonomi. Dalam suasana Perang Dunia I, yang menimbulkan kesadaran untuk menentukan nasib sendiri.



Setelah Perang Dunia II berakhir dan Jepang keluar sebagai pihak yang kalah, maka di Indonesia pada waktu itu yang berada dalam penguasaan Jepang terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Dalam kekosongan kekuasaan tersebut lagi lagi pemuda menuntut Sukarno dan Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya Indonesia diproklamirkan kemerdekaannya atas nama Sukarno-Hatta. Lahirlah apa yang disebut sebagai nasion Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945, yang menurut Ben Anderson disebut sebagai revolusi pemuda.

Dalam zaman revolusi kemerdekaan Republik Indonesia, Belanda mencoba untuk menguasai Indonesia kembali, maka terjadilah agresi militer Belanda I dan II. Pada zaman revolusi, dalam rangka mempertahankan negara yang baru lahir dari serangan musuh. Pemuda Indonesia berada di garda paling depan dalam menghalau kekuatan musuh. Mereka merelakan jiwa dan raganya demi ibu pertiwi yang mereka cintai. Di sini pemuda turun menjadi motor penggerak utama revolusi kemerdekaan Indonesia.

B.   Tantangan Kaum Muda Pada Masa Kini

Edward Shill mengkategorikan mahasiswa sebagai lapisan intelektual yang memiliki tanggung jawab sosial yang khas. Shill menyebukan ada lima fungsi kaum intelektual yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi, menyediakan baganbagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayaan dan bersama, mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik. Arbi Sanit memandang, mahasiswa cenderung terlibat dalam tiga fungsi terakhir. Sementara itu Samuel Huntington menyebutkan bahwa kaum intelektual di perkotaan merupakan bagian yang mendorong perubahan politik yang disebut reformasi.

Tantangan untuk kaum muda seolah tak pernah berhenti. Tantangan itu datangnya bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga muncul dari luar negeri. Untuk  itu, tantangan bagi kaum muda dibagi menjadi dua yaitu:


Luar Negeri
Pada tatanan Internasional, dampak globalisasi sudah tampak di Indonesia walaupun globalisasi tidak selalu membawa dampak negatif, tetapi ada juga positifnya. Tetapi globalisasi di Indonesia secara umum lebih banyak dampak negatifnya, seperti pola hidup masyarakat yang menjadi konsumtif, hedonis, dan materialistik.
Terlebih lagi sumber daya alam Indonesia yang melimpah menjadi terbuka bagi negara-negara kaya, misalnya Amerika Serikat, Jepang (baca Amerika Serikat dan sekutunya) yang cenderung mengutamakan kepentingan ekonomi negaranya dan menghalalkan segala cara dalam menjaga kepentingan industrinya, misal penguasaan minyak di Irak secara paksa dengan kekuatan militer dengan mengatasnamakan menjaga perdamaian dunia.
Dampak dari globalisasi dan kapitalisme global18 telah menjadikan Indonesia sebagai “kue” yang siap dibagi-bagi untuk dikuasai. Kemudian penciptaan industri di negara-negara kaya tidak terbatas, sedangkan di negara-negara berkembang harus dibatasi dengan alasan pemanasan global (global warming). Padahal negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan sekutunya yang menjadi pemasok gas terbesar dalam pemanasan global tidak kebakaran jenggot seperti Indonesia. Akibatnya negaranegara berkembang yang hendak berkembang industrinya menjadi terhambat dengan alasan-alasan yang politis. Atau global warming dikampenyekan sengaja untuk menghambat industri dari negara-negara berkembang yang mulai berkembang pesat. Dengan kata lain negara-negara industri besar takut tersaingi dan mereka akan kehilangan monopoli industrinya. Pemuda harus kritis dalam menyikapi masalah ini.

            Dalam Negeri
Satu dari sekian banyak faktor pemicu krisis kepemimpinan ini disebabkan oleh kacaunya sistem pendidikan Indonesia. Di mana ganti menteri, maka buku, program dan kurikulum diganti pula. Pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini berorientasi pasar sehingga hanya menciptakan “budak-budak baru” dalam era globalisasi. Presiden Sukarno pernah mengatakan jangan sampai rakyat Indonesia di tengah-tengah finanz kapital hanya menjadi budak di atara bangsa-bangsa (en volk van koelies en een koelie onder de natie). Terlebih lagi di era kapitalisme global sekarang ini di mana manusia hanya dijadikan alat pengahasil keuntungan yang harganya tak lebih tinggi daripada mesin atau bahkan dihargai lebih rendah.

BAB III

PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda telah berbuat, namun tantangan terus datang, dari dalam dan luar negeri. Pemuda harus belajar dari sejarah agar memiliki jati diri dan memiliki dasar yang kuat, dan agar mengetahui dari mana perubahan harus diusahakan. Setelah itu, sebagai lokomotif perubahan pemuda siap bergerak.
Mengambil momentum peringatan hari Sumpah Pemuda yang ke-82, sudah saatnya pemuda menunjukkan perannya kembali, bukan sebagai motor yang menggulingkan rezim diktator. Tetapi sebagai lokomotif dalam perubahan sosial yang menjadikan Indonesia maju, sejahtera dan berkeadilan.


DAFTAR PUSTAKA

Adams, Cindy. 1966. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.

https://www.usd.ac.id/lembaga/lppm/f1l3/Jurnal%20Historia%20Vitae/vol24no2oktober2010/PEMUDA%20DALAM%20PERUBAHAN%20SOSIAL%20bram%20widyanto.pdf.

https://media.neliti.com/media/publications/71888-ID-peran-generasi-muda-dalam-keberlangsunga.pdf
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN DUNIA GAME

Game sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual (Intellectual Playability Game) yang juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Di dalam sebuah game, akan ada target-target yang ingin dicapai oleh para pemainnya. Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak – anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan juga melatih untuk memecahkan suatu masalah dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Game Generasi Pertama Pada sekitar tahun 1952, seorang yang bernama Alexander Shafto Douglas atau Sandy, menciptakan permainan komputer grafis pada saat ia mengejar gelar di kuliahnya EDSAC computer di University of Cambridge. Permainan ini diberi nama “Tic-Tac-Toe”. Dari sinilah ...